Wednesday, January 16, 2013

Program Pengelolaan Limbah Anorganik Sebagai Pembuatan Kerajinan

    Sampah anorganik yaitu sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang sulit terurai secara biologis sehingga penghancurannya membutuhkan waktu yang sangat lama. Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik, dan kaleng.
    Berikut adalah satu contoh cara pembuatan kerajinan plastik yang paling sederhana, cukup menggunakan sedotan plastic dan botol bekas yang ada di sekitar Anda.
    Alat :
  1. Gunting
  2. Cutter
  3. Lem
    Bahan :
  1. Sedotan.
  2. Lidi atau kawat yang agak besar (diameter ±2 mm).
  3. Kertas krep atau dapat diganti dengan kertas pita.
  4. Bekas botol plastic sebagai tambahan aksesoris.
    Cara Membuat :
  1. Potong sedotan kira-kira panjang ± 10 cm.
  2. Setelah itu belah ujung sedotan jadi empat bagian.
  3. Kemudian kesut sedotan yang telah dibelah hingga didapat bentuk yang lebih mekar dan agak lemas.
  4. Lalu gunting tiap ujung sedotan yang telah dikesut, membentuk lancip menyerupai bentuk kelopak bunga asli
  5. Satukan beberapa (4-5 buah) sedotan yang telah dipotong lancip tersebut kemudian digabungkan menjadi satu sehingga berbentuk bunga sedang mekar.
  6. Bunga-bunga mekar dapat disatukan dengan kawat/lidi yang dibalut kertas krep/pita warna-warni.  
  7. Untuk ornament daunnya, kita bisa membuat dari potongan kertas pita atau dari potongan bekas gelas  plastik
  8. Ulang cara yang sama, untuk membuat tangkai – tangkai bunga selanjutnya.
  9. Bunga-bunga plastic siap dirangkai ke dalam pot bunga yang telah diisi spoon/ busa.

Program Pengelolaan Limbah Organik Sebagai Pembuatan Pupuk Kompos

    Sampah Organik adalah merupakan barang yang dianggap sudah tidak terpakai dan dibuang oleh pemilik/pemakai sebelumnya, tetapi masih bisa dipakai kalau dikelola dengan prosedur yang benar.Sampah organik adalah sampah yang bisa mengalami pelapukan (dekomposisi) dan terurai menjadi bahan yang lebih kecil dan tidak berbau (sering disebut dengan kompos). Kompos merupakan hasil pelapukan bahan-bahan organik seperti daun-daunan, jerami, alang-alang, sampah, rumput, dan bahan lain yang sejenis yang proses pelapukannya dipercepat oleh bantuan manusia. Biasanya sampah organik pada sekolah hanya dibakar atau dibuang, seperti sampah daun, kertas, dan bungkus makanan yang terbuat daribkertas atau daun. Padahal itu semua dapat di olah kembali menjadi pupuk kompos, khususnya sampah daun yang mungkin banyak terdapat disekolahan.

    Jadi program ini di buat dengan tujuan pembuatan pupuk kompos yang akan di pergunakan untuk memupuk tanaman pada tataman sekolah. Pada program ini yang akan di jadikan sebagai contoh adalah sampah daun yang umumnya banyak terdapat pada sekolah.
    Cara mengolah sampah daun membutuhkan waktu yang lumayan lama berikut cara pengolahannya:
  1. Tampunglah sampah daun pada suatu tempat yang berukuran besar, tertutp, dan juga lembab.
  2. Siramlah sampah tersebut dengan air, takaran yang digunakan sesuai dengan banyaknya sampah, pemberian air digunakan untuk mempercepat pembusukan daun. (lakukan pemberian air setiap 4 hari sekali).
  3. Aduklah daun bersamaan dengan pemberian air.
  4. Tutup tempat penampungan tersbut dengan rapat.
  5. Jika daun sudah membusuk  bukala tempat penampungan tersebut dan aduklah kembali.
  6. Pupuk kompos siap di gunakan.

Program Menghidupkan Taman Sekolah

    Taman sekolah merupakan salah satu unsur keindahan. Menghidupkan Taman Sekolah merupakan program yang harus dilaksanakan. Diantaranya mengulang penataan dan penanaman tanaman  pada taman sekolah, yaitu dengan mengganti tata letak tanaman, penganekaragaman tanaman, atau penambahan luas bidang tanam.
    Program Menghidupkan Taman Sekolah ini dibuat terkait dengan masih banyaknya sekolah yang mempunyai taman tetapi tidak tertata dengan baik.
Beberapa upaya dalam menerapkan program ini terhadap warga sekolah. Antara lain:
  1. Mengadakan lomba penghidupan taman sekolah antar kelas.
  2. Pembentukan regu piket untuk merawat dan menata taman di sekitar kelas.
  3. Pembuatan tata tertib sekolah tentang taman kelas/sekolah.
  4. Kerja bakti bersama seminggu sekali dengan semua warga sekola mengikutinya, termasuk kepala sekolah karena dapa menjadi contoh kepada siswa-siswinya.
Program Menghidupkan Taman Sekolah diharapkan dapat bermanfaat. Antara lain:
  1. Menambah ketersediaan oksigen pada lingkungan sekolah.
  2. Membuat sekolah terlihat lebih tertata dan indah.
  3. Memberikan rasa cinta terhadap lingkungan kepada siswa.
  4. Sekolah terlihat lebih asri dan rindang.
  5. Sekolah menjadi lebih sejuk hingga membuat warga sekolah lebih nyaman menjalankan aktivitasnya.
  6. Mengurangi polusi dalam lingkungan sekolah.
  7. Menjadikan siswa lebih nyaman berada di sekolah.

Program Kebersihan Lingkungan


Program Kebersihan Lingkungan :
  • Hukuman bagi yang membuang sampah sembarangan dengan denda
  • Peran karyawan dari tata usaha dalam membantu membersihkan sekolah
  • Penyediaan lahan pembuangan sampah
  • Pengefektifkan piket kelas
  • Sabtu Besih
    Salah satu program yang telah dilaksanakan SMP Negeri 1 Ngemplak adalah ‘Sabtu Bersih’, yaitu kerja bakti yang diadakan setiap hari sabtu selama satu jam setelah kegiatan belajar mengajar selesai.
    Masing-masing kelas dibagi menjadi 4 kelompok yang nantinya akan bergantian setiap minggunya untuk melaksanakan sabtu bersih. Pembagian tugas dalam satu kelompok antara lain:
  1. Menyapu lantai dan halaman
  2. Mengepel lantai
  3. Membersihkan jendela
  4. Memperbarui administrasi kelas
  5. Merapikan meja dan kursi
  6. Merawat taman kecil yang berada di depan kelas masing-masing.

Go Green



GO GREEN WITH PADMA CAHYA

Seringkali kita melihat poster yang terpampang di sekolah. Namun kita kurang mengetahui pesan-pesan yang disampaikan. Banyak poster yang mengajak kita untuk menjaga kebersihan, tetapi kenyataannya siswa masih membuang sampah sembarangan setelah memakan jajanan atau merobek-robek kertas di dalam kelas, padahal di tempat-tempat tersebut telah disediakan tempat sampah.
Lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman tentu menjadi dambaan semua warga sekolah. Sampah yang kita buang sembarangan dapat mencemari lingkungan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas, sehingga suasana belajar kita tidak nyaman dan mengurangi konsentrasi belajar. 
Pada topik kali ini, kami  ingin menyampaikan upaya-upaya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat. Apabila  lingkungan sekolah sehat dan nyaman maka proses belajar mengajar akan berjalan dengan efektif. Sehingga siswa dapat menerima  materi pembelajaran dengan baik. Dikarenakan ruangan kelas yang bersih, pastilah  udara akan sejuk. Oleh karena itu otak dapat menjalankan fungsi dan kegunaannya dengan sempurna.
Dengan menjaga kebersihan, kita telah melestarikan, menjaga dan menghargai bakat kita dalam Iptek. Karena orang sukses pasti berasal dari lingkungan yang sehat dan bersih. Sehingga ia dapat berfokus pada pembelajaran yang ia terima.

PENGERTIAN
Penghijauan adalah salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan secara konseptual dalam menangani krisis Iingkungan. Begitu pentingnya sehingga penghijauan sudah merupakan program nasional yang dilaksanakan di seluruh Indonesia. Penghijauan dalam arti luas adalah segala daya untuk memulihkan, memelihara dan meningkatkan kondisi lahan agar dapat berproduksi dan berfungsi secara optimal, baik sebagai pengatur tata air atau pelindung lingkungan. Ada pula yang mengatakan bahwa penghijauan kota adalah suatu usaha untuk menghijaukan kota dengan melaksanakan pengelolaan Taman-taman kota, taman-taman Iingkungan, jalur hijau dan sebagainya.

PERAN DAN FUNGSI

  1. Tanaman sebagai elemen hijau, pada pertumbuhannya menghasilkan zat asam (O2) yang sangat diperlukan bagi makhluk hidup untuk pernapasan. 
  2. Sebagai pengatur lingkungan (mikro), vegetasi akan menimbulkan hawa lingkungan setempat menjadi sejuk, nyaman dan segar. 
  3. Pencipta lingkungan hidup (ekologis).
  4. Penyeimbangan alam (adaphis) merupakan pembentukan tempat-tempat hidup alam bagi satwa yang hidup di sekitarnya. 
  5. Perlindungan (protektif), terbadap kondisi fisik alami sekitarnya (angin kencang, terik matahari, gas atau debu-debu). 
  6. Keindahan (estetika), Kesehatan (hygiene), Rekreasi dan pendidikan (edukatif)