Program Pengelolaan Limbah Organik Sebagai Pembuatan Pupuk Kompos
Sampah Organik adalah merupakan barang yang dianggap sudah tidak terpakai dan dibuang oleh pemilik/pemakai sebelumnya, tetapi masih bisa dipakai kalau dikelola dengan prosedur yang benar.Sampah organik adalah sampah yang bisa mengalami pelapukan (dekomposisi) dan terurai menjadi bahan yang lebih kecil dan tidak berbau (sering disebut dengan kompos). Kompos merupakan hasil pelapukan bahan-bahan organik seperti daun-daunan, jerami, alang-alang, sampah, rumput, dan bahan lain yang sejenis yang proses pelapukannya dipercepat oleh bantuan manusia. Biasanya sampah organik pada sekolah hanya dibakar atau dibuang, seperti sampah daun, kertas, dan bungkus makanan yang terbuat daribkertas atau daun. Padahal itu semua dapat di olah kembali menjadi pupuk kompos, khususnya sampah daun yang mungkin banyak terdapat disekolahan.
Jadi program ini di buat dengan tujuan pembuatan pupuk kompos yang akan di pergunakan untuk memupuk tanaman pada tataman sekolah. Pada program ini yang akan di jadikan sebagai contoh adalah sampah daun yang umumnya banyak terdapat pada sekolah.
Cara mengolah sampah daun membutuhkan waktu yang lumayan lama berikut cara pengolahannya:
- Tampunglah sampah daun pada suatu tempat yang berukuran besar, tertutp, dan juga lembab.
- Siramlah sampah tersebut dengan air, takaran yang digunakan sesuai dengan banyaknya sampah, pemberian air digunakan untuk mempercepat pembusukan daun. (lakukan pemberian air setiap 4 hari sekali).
- Aduklah daun bersamaan dengan pemberian air.
- Tutup tempat penampungan tersbut dengan rapat.
- Jika daun sudah membusuk bukala tempat penampungan tersebut dan aduklah kembali.
- Pupuk kompos siap di gunakan.
No comments:
Post a Comment